الذّٰريٰت
كَذٰلِكَ مَآ اَتَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا قَالُوْا سَاحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ
Każālika mā atal-lażīna min qablihim mir rasūlin illā qālū sāḥirun au majnūn(un).
Demikianlah setiap kali seorang rasul datang kepada orang-orang sebelumnya, mereka pasti mengatakan, “(Dia itu adalah) penyihir atau orang gila.”
اَتَوَاصَوْا بِهٖۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).
Apakah mereka saling menasihati tentang (apa yang dikatakan) itu? (Tidak!) Sebaliknya, mereka adalah kaum yang melampaui batas.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ اَنْتَ بِمَلُوْمٍ
Fa tawalla ‘anhum famā anta bimalūm(in).
Berpalinglah dari mereka, maka engkau sama sekali bukan orang yang tercela.
وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wa żakkir fa innaż-żikrā tanfa‘ul-mu'minīn(a).
Teruslah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn(i).
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
Mā urīdu minhum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ‘imūn(i).
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
Innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn(u).
Sesungguhnya Allahlah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.
فَاِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذَنُوْبًا مِّثْلَ ذَنُوْبِ اَصْحٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُوْنِ
Fa inna lil-lażīna ẓalamū żanūbam miṡla żanūbi aṣḥābihim falā yasta‘jilūn(i).
Sesungguhnya orang-orang yang zalim mendapatkan bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu). Maka, janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakan(-nya).
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ يَّوْمِهِمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ ࣖ
Fa wailul lil-lażīna kafarū miy yaumihimul-lażī yū‘adūn(a).
Celakalah orang-orang yang kufur pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (hari Kiamat).
الطّور
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالطُّوْرِۙ
Waṭ-ṭūr(i).
Demi gunung (Sinai),
وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ
Wa kitābim masṭūr(in).
demi Kitab yang ditulis
فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ
Fī raqqim mansyūr(in).
pada lembaran yang terbuka,
وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ
Wal-baitil-ma‘mūr(i).
demi Baitulmakmur,
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ
Was-saqfil-marfū‘(i).
demi atap yang ditinggikan (langit),
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ
Wal-baḥril-masjūr(i).
dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api),
اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌۙ
Inna ‘ażāba rabbika lawāqi‘(un).
sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.
مَّا لَهٗ مِنْ دَافِعٍۙ
Mā lahū min dāfi‘(in).
Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolaknya.
يَّوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاۤءُ مَوْرًاۙ
Yauma tamūrus-samā'u maurā(n).
(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya
وَّتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًاۗ
Wa tasīrul-jibālu sairā(n).
dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.
فَوَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Fawailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَۘ
Allażīna hum fī khauḍiy yal‘abūn(a).
(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).
يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاۗ
Yauma yuda‘‘ūna ilā nāri jahannama da‘‘ā(n).
(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
هٰذِهِ النَّارُ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
Hāżihin-nārul-latī kuntum bihā tukażżibūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah neraka yang dahulu kamu dustakan.”